Rabu, 10 Maret 2010

BOULDERING


Bouldering adalah salah satu cara yang paling efektif untuk meningkatkan baik tenaga maupun teknik. Tapi, diintimidasi oleh dinding-dinding yang terjal dan gerakan-gerakan yang melemahkan kekuatan dari gua-gua bouldering (bouldering caves), kebanyakan dari pemanjat-pemanjat pemula menghabiskan waktunya dengan toproping di gelanggang olahraga (gym). Disinilah asyiknya, latihan dua jam yang efektif akan menolong para boulderer baru berolahraga dengan resiko minim untuk frustasi, berlebihan berlatih, dan kegagalan yang terus menerus sering dikaitkan dengan dinding bouldering di dalam ruang yang buruk.
"sukses menghasilkan sukses". Menggunakan mantra ini, kamu akan menggunakan jam pertama latihanmu untuk mengembangkan keahlian yang diperlukan untuk melakukan gerakan yang lebih keras lagi. Bouldering merupakan satu cara yang secara teknis menuntut kedisiplinan memanjat- - - cara kamu meraih peganggan, memindahkan beratmu dan kecepatan dimana kamu memanjat semuanya berubah pada setiap gerakan dan rangkaian yang kamu coba. Makin sulit gerakan yang kamu selesaikan dengan sukses, semakin banyak teknik yang kamu pelajari dan semakin cepat tubuhmu menyesuaikan pada tantangan-tantangan baru. Jadi tujuannya adalah menemukan problem-problem yang cukup sulit untuk mengetes batas kemampuanmu, tapi cukup mudah untuk menyelesaikannya dalam jam pertama tersebut. Inilah beberapa tip untuk memilih problem:
Mulailah dengan problem kira-kira enam gerakan - cukup panjang untuk mengetes kekuatan dan teknikmu, tapi tidak begitu panjang sehingga menguras tenagamu. Jauhi problem-problem yang kamu dapat lakukan pada percobaan pertama atau kedua. Itu semua terlalu mudah.
Hindari negatif progres. Jika kamu gagal terus-menerus pada satu gerakan, atau menjadi buruk berturut-turut pada usahamu, problem yang kamu pilih mungkin terlalu susah.. Pilihlah problem yang lebih mudah.
Setelah kamu mendapatkan problem yang bagus, latihlah gerakannya. Lakukan percobaan dengan foothold (penahan kaki) dan posisi tubuh yang berbeda. Latih problem tersebut per section, latih ulang dan sempurnakan tiap-tiap gerakan. Ingat, kamu tidak perlu mulai dari tanah setiap saat!
Istirahatlah yang banyak. Biarkan dirimu istirahat antara tiga sampai lima menit sebelum mulai lagi.Kamu harus merasa segar untuk setiap usahamu.
Rancang problemmu sendiri. Jika problem-problem tersebut tampak terlalu sulit, pilih enam kendi (jugs) dan ciptakan menurutmu urutan untuk menghubungkan kendi-kendi tersebut. Siapkan problem problem yang masing-masing saling menantang.
Ingat, sukses adalah tujuan akhir. Batasi dirimu dengan satu atau dua problem yang kamu dapat kirim (selesaikan) pada jam pertama.
Mari kita coba hal tersebut lagi. Satu dari hal-hal yang paling membatasi yang dilakukan oleh para pemanjat dari semua level adalah meninggalkan proyek tersebut sekali saja mereka telah dapat menyelesaikannya. Jika kamu telah memilih problem yang berat, mulailah latihan yang sebenarnya! Kamu akan menggunakan jam kedua untuk kembali dan memeras setiap ons efisiensi keluar dari urutan yang telah dikenal, menyatupadukan teknikmu dan membangun ketahanan pada saat yang sama.
Cara yang baik melakukan hal ini adalah "Rule of threes:" Tiga rangkaian dari tiga wakil dengan tiga menit istirahat. Misalnya, kamu telah menghabiskan sepasang seisen (session) melatih problem yang sulit selama jam pertama, dan sekarang hampir terasa mudah. Waktunya pindah pada jam kedua.
Problem ini menjadi rangkaian pertamamu. Sekali kamu memulainya, kemudian istirahatlah selama tiga menit. Mulai lagi, tiga menit istirahat lagi. Kamu mulai yang ketiga kalinya. Sekarang ambil 10 menit istirahat. Ulangi pola ini untuk dua atau lebih problem dan kamu telah berlatih.
Kurang adalah lebih. Untuk pemanjat pemanjat pemula, pencapaian prestasi yang terbesar datang lewat teknik yang bertambah baik - bukan dari kekuatan ataupun ketahanan. Dan teknik paling baik dikembangkan jika tubuh mendapat istirahat yang baik. Untuk alasan-alasan ini, paling sedikit istirahatlah sehari antara hari-hari latihanmu, atau lebih jika kamu merasa kelelahan. Jangan takut menghabiskan begitu banyak waktu ditempat tidur. Satu dari hal-hal yang luar biasa tentang bouldering ini adalah bahwa kamu lebih dapat meningkatkan panjatanmu dalam latihan dua jam dibandingkan selama semalaman tegang dengan toprope. Jangan terintimidasi dengan dinding-dinding bouldering dan mutan-mutan remaja yang memamjat bersama mereka. Bouldering di dalam ruangan tidaklah harus brutal / kasar, dan itulah salah satu cara terbaik bagi pemanjat-pemanjat pemula untuk meningkatkan tehnik-tehnik mereka..
From Climbing Magazine

Selasa, 09 Maret 2010

KISAH POHON APEL

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.”Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.

Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu
kembali sedih. Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.

Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa
sangat bersuka cita menyambutnya.”Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel.”Aku sedih,” kata anak lelaki itu.”Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”

“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.

“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.”Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.”Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.” Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

NOTE :

Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah
bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita
memperlakukan orang tua kita.

Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; danberterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Sumber : Safruddin in My Inspiration

MICROSOFT EXCEL

Microsoft adalah sebuah operating system yang digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi di komputer..terutama dalam hal pekerjaan...di keluarga windows sendiri untuk aplikasi perkantoran yaitu microsoft office dan versinya ada beberapa macam dan tergantung pada licensi...disini saya sekedar berbagi ilmu tentang microsoft excel yg digunakan terutama untuk keuangan atau yang lainnya... tulisan ini sudah pernah di muat sebelum nya..saya hanya menyebarkan dan sharing untuk sama sama belajar..dan tanpa mengurangi sedikitpun tulisan tersebut..untuk lebih detailnya dan ingin membacanya silakan di download disini

CITA CITA 1

Hidup didunia ini harus ada cita cita dan mimpi...jika tidak punya cita cita dan mimpi...kayanya hidup kurang afdol....cita cita sama hayalan emang beda tipis....klo cita cita itu berencana dan dengan berusaha agar rencana itu bisa tercapai..tapi kalo khayalan ..hanya mimpi mimpi belaka..tanpa usaha..(klo ga salah sihh..hehe)
gw punya sebuah cita cita dalam hidup gw....yaitu bisa punya rumah kaya gini nihh....

gw seneng banget nantinya bisa nempatin rumah yang sudah gw bikin..sama istri ma anak anak gw..hahaha(nikah aja belom ..ngayal mulu..hahaha)....trus juga gw rancang sendiri didalem rumah nya..misalnya kamar tidur yang kaya gini..:

manteeppkaannn????....romantis banget nih suasananya..hahaha

setiap rumah juga ada ruang tamu...supaya tamu betah..(asal jangan tamu tak diundang..pulang tak diantar aja ...hiii..serem)....gw juga pengen ngerancang sendiri ruang tamunya...kaya gini nih...

katanya sih rumah kurang afdol kalo tanpa kolam renang...makanya gw juga dah punya cita cita klo nanti rumah gw ada tanah cukup gw bikin deh kolam renang....(mudah mudahan nanti istri gw hoby nya berenang...xixixi)....jadi nggak percuma kolam renangnya....nihh gambarnya...

klo ga kemana mana ..hari libur bisa dimanfaatkan untuk berenang..hehehe....
itulah salah satu kenikmatan didunia..punya rumah sendiri...yah namanya juga cita cita..mudah mudahan bisa tercapai dan bisa jadi pemacu semangat gw untuk lebih berusaha lagi....jadi bisa memanfaatkan hidup gw dengan bahagia dengan orang orang yang gw sayangi...hehehe....sekian

>>>lagi kedinginan<<<

WINDOWS

windows bila diterjemahkan kedalam bahasa indonesia bisa di artikan dengan JENDELA..yang juga bila diartikan kedalam kamus bahasa indonesia adalah lubang yg dapat diberi tutup dan berfungsi sbg tempat keluar masuk udara....mungkin bill gates mengartikanya jendela adalah sebagai jalan keluar..menuju dunia luar ..atau entah apalah maksudnya bill gates....menamakan windows...(klo masih penasararan tanya aja langsung ma om bill gates nya...hahaha)

>>mukadimah<<

Senin, 08 Maret 2010


Navigasi Darat adalah..sebuah ilmu pemetaan yang digunakan untuk membaca peta topografi agar tidak tersesat dalam melakukan pendakian gunung....untuk lebih lengkapnya silakan didownload disini.

KAMBUUHHH....

seperti biasa hari ini aku terbangun pagi pagi..dan siap melakukan rutinitas setelah libur akhir pekan...*padahal mah kaga kmana2..hehe*
setelah mandi dan sarapan...**sarapan pagi ini...cuma telor ceplok ma tahu..hikk..hikk...**...aku langsung berangkat dengan peliharaan kesayanganku yaitu si gotem   **padahal mah dah butut dan ga ada larinya....sory ya gotem..xixixixi**....
ku tarik pelana si gotem....kunikmati perjalanan..walaupun tiap hari harus mengalami macett...huhhh...***orang orang pada mau kmana sihh..haha***..tp aku tetep bersemngat menyambut hari dengan senyum....**walaupun kadang kadang lupa sikat gigi...(nyengir kuda)..xixixi**...
akhirnya dengan semangat membara dan perjuangan yang melelahkan..**lebay banget ya..hehe**...sampai juga di kantor....segera aku parkir si gotem dan langsung menuju ruangan ku...**kulkass eeuuyyy..lama2 bisa ga ya gw kena hipothermia..hahaha**..setelah aku duduk dan mengambil peralatan ku...eehhhh....ada yang ketinggalann....dasar penyakit kaammbuuhh niihhh.....kelupaann dan ada yang ketinggalan..huuhhh...
ya udah dehh...berhubung ada yang ketinggalan kerja jadi tidak maksimal deh....pake aja yang ada dikantor....dan mudah mudahan penyakit LUPA ku ini bisa sembuh..hikk.hiikk...

>>>LAGI KAMBUH ...(dan ga nyambung ma gambar..hahaha)<<<

6 Cara mengatasi Streess


Anda kerap merasa stres? Cobalah cara pendekatan yang berbeda agar Andalah yang memegang kendali terhadap stres tersebut bukan sebaliknya. Stres kerap melanda dalam kehidupan, terlebih di saat seperti ini, di mana kesibukan baik pada pekerjaan maupun keluarga, seolah tak ada putusnya.

Tentunya, secara teoritis Anda tahu bahwa sangatlah penting untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat seperti cukup istirahat, berolahraga yang teratur serta menjaga kadar gizi pada asupan makanan agar stres tersebut minimal dampaknya terhadap kebugaran tubuh dan pikiran. Akan tetapi, bahkan memikirkan untuk memulai hal-hal tersebut saja malahan membuat Anda semakin stres!

Jika Anda mulai merasa bahwa stres tersebut mulai menguasai kehidupan, maka inilah saat yang tepat untuk menjalankan strategi agar Andalah yang mengendalikan stres tersebut dan bukannya stres yang mengendalikan Anda. Beberapa kiat yang dapat dicoba adalah:
1.    Ingatlah bahwa sedikit stres justru baik bagi Anda Dengan adanya stres, maka ini sebenarnya memberikan
ke "mpatan bagi Anda untuk berkembang karena stres memberikan rangsangan. Secara mental, ketika Anda stres menghadapi suatu masalah maka gunakan stres tersebut sebagai kesempatan untuk merangsang perkembangan kreatifitas Anda agar mencapai solusi yang terbaik.

Sebenarnya ketika berolahraga pun, kita secara sengaja memberikan stres kepada otot-otot tubuh dengan memaksa otot-otot tersebut melakukan gerakan yang tidak biasanya dilakukan.Tetapi justru dengan adanya tekanan serta paksaan untuk melakukan gerakan-gerakan olahraga tersebut, ototpun akan mampu berkembang. Bandingkan dengan otot tubuh yang tidak pernah dipaksa untuk berolahraga. Otot tersebut tidak akan pernah mampu untuk berkembang sampai pada tahap yang optimal.

2.    Umpamakan Stres Sebagai Lampu
Seperti halnya lampu, Andapun mampu untuk 'menyalakan' serta' tikan' stres sesuai dengan kebutuhan. Juga, seperti halnya lampu yang dibiarkan terlalu lama berpijar dan akhirnya rusak, maka stres yang dibiarkan terus menerus 'menyala' pun akan merusak kesehatan Anda. Karenanya, sedikit stres memang baik untuk Anda, tetapi Andapun harus dapat mengetahui kapan (dan bagaimana) untuk 'memadamkan' stres tersebut.

Tanda kapan Anda harus memadamkan stres tersebut adalah jika Anda mulai mengabaikan, bahkan mulai secara sadar atau tidak sadar 'menganiaya' tubuh, misalnya dengan makan berlebihan, mengkonsumsi alkohol, rokok,obat penenang, obat tidur, meninggalkan olah raga dan sebagainya. Perhatikan juga hubungan Anda dengan orangorang di sekeliling Anda. Jika Anda merasa bahwa mereka mulai menjauh dari kehidupan Anda, maka itu juga tanda bahaya dari terlalu lamanya kendali stres atas diri Anda.
3.    Terima kenyataan bahwa stres adalah juga bagian dari kehidupan.
Selama Anda masih hidup, maka yang namanya stres tidak mungkin dapat dihindari 100%. Karena Anda tidak akan bisa untuk menghindari stres secara total, maka akan jauh lebih baik bagi Anda untuk menerima dengan sadar bahwa stres tersebut adalah juga merupakan bagian dari hidup. Jika Anda terus menerus mengharapkan untuk mampu hidup tanpa stres, maka ini tentunya merupakan anganangan yang terlalu muluk dan mustahi tercapai....yang pada akhirnya justru membuat Anda kecewa dan stres!

Lain halnya jika Anda menerima kenyataan bahwa dalam hidup stres selalu akan ada. Karena Anda sudah siap secara mental dan fisik, maka begitu stres muncul maka mental serta fisikpun tidak terlalu terpengaruh.
4.    Persiapkan diri untuk mengahadapi berbagai macam bentuk stres tiap hari.
Persiapan yang terbaik adalah dengan selalu melatih mental dan fisik untuk selalu mampu beradaptasi dalam segala situasi. Beberapa macam jenis stres tentunya dapat diantisipasi, misalnya terjebak dalam kemacetan lalu lintas, maupun antrean panjang di supermarket. Adaptasikan. diri Anda untuk menghadapinya misalnya dengan berangkat lebih awal (atau justru pulang lebih larut), menggunakan saat seperti kemacetan atau antrian justru sebagai sarana relaksasi misalnya dengan membaca koran, majalah atau mendengarkan musik favorit.

Bagaimana dengan jenis stres yang datang tiba-tiba hingga tidak sempat diantisipasi? Tidak ada salahnya bagi Anda untuk mencari bantuan dari pihak lain untuk lebih meringankan beban tersebut.
5.    Selalu hidupkan pengharapan dalam hati.
Harapan adalah obat yang sangat manjur dalam menghadapi Ketika harapan muncul, maka tingkat strespun akan menurun. Bagaimana caranya agar timbul harapan ini? Biasanya, Anda harus mengambil tindakan aktif terlebih dahulu, baru kemudian muncul harapan. Sebagai contoh, jika Anda stres dengan buruknya keadaan keuangan Anda akhir-akhir ini, maka cobalah untuk melakukan tindakan aktif seperti membuat catatan tindakan apa yang telah dilakukan serta harus dilakukan, dan pilihan apa yang ada , serta siapa saja yang bisa menolong Anda . Dengan melakukan hal ini, maka Anda dapat melihat bahwa masih ada harapan untuk keluar dari masalah yang menimbulkan stres tersebut.
6.    Lakukan aktifitas baru
Sesuatu yang baru sifatnya selalu lebih menyenangkan. Dengan ukan hal yang menyenangkan, pikiran dan hatipun menjadi cerah.lngatlah hobi yang dulu paling Anda gemari dan coba lakukan lagi. Atau coba lakukan sesuatu yang benar-benar baru bagi Anda hingga Anda merasa tertantang untuk menguasainya. Ini semua mampu untuk mengusir stres.

PerLengKaPan MenDaki


Bagi sebagian orang, mendaki gunung adalah kegiatan yang tidak berguna. Selain kedinginan dan kelelahan, risiko yang bakal dihadapi juga cukup besar. Banyak cerita para pendaki gunung yang tewas karena berbagai hal. Di antaranya jatuh ke jurang dan mati kedinginan.
Namun, bagi para petualang mendaki gunung menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan. Di sini, mereka bisa berjalan menusuri rimba, melewati jurang yang terjal, dan mendaki bukit. Dengan aktivitas ini pemandangan alam yang tergelar di jagad raya bisa dinikmati dengan puas.
Sebelum melakukan pendakian sejumlah persiapan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Perbekalan, perlengkapan, dan yang penting badan yang sehat.
Dan, untuk mendapatkan perlengkapan pendakian saat ini banyak toko yang khusus menjual itu. Tinggal pilih sesuai dompet, mau merek lokal atau asing.
Ada tas punggung besar (carril), kantong tidur (sleeping bag), topi gunung, dan sandal gunung. Kalau ingin tahu tas gunung, salah satunya diproduksi Mac Paratechnology Switzerland dengan merek Mountain Bag Solo.
Tas gunung ini punya kemampuan ukuran melar maksimal sampai 68x40x30 sentimeter dengan berat 800 gram. Ukurannya yang cukup besar memungkinkan untuk nemampung berbagai barang dan keperluan pendakian. Tas ini memiliki dua buah kantong yang bisa dimanfaatkan untuk menyimpang barang-barang yang ukurannya kecil. Juga ada kantong khusus untuk menyimpan berbagai dokumen penting. Pada bagian atas terdapat penutup yang berukuran besar. Fungsinya sebagai hiasan. Selain tas jenis ini, Mac Paratechnology juga mengeluarkan tas gunung jenis Montain Biplace Bag yang berukuran lebih besar, 80x50x40 sentimeter dengan berat 950 gram. Tas ini memiliki sabuk pengait untuk mengencangkan tas di tubuh pemakai.
Jika ingin tahu tas gunung lain ada yang keluaran Eiger. Salah satunya adalah Marmot Eiger 45 Pack. Dijual seharga 139 dolar AS (kira-kira Rp 1,4 juta per piece, tas Eiger ini bisa digunakan untuk naik gunung, dan juga berselancar ski. Yang berukuran besar seberat 1,8 kilogram, yang sedang seberat 1,7 kilogram.
Atau, mau pilih jenis Marmot Vapor 45 Back Pack. Harganya 189,95 dolar AS (sekitar Rp 1,9 juta). Tas jenis ini juga memiliki berbagai fasilitas dan kelebihan.
Untuk sleeping bag (kantong tidur) produk Rock Empire bisa dijadikan pertimbangan. Salah satu keluarannya adalah CYKLO 800 Sleeping Bag. Kantong tidur ini nyaman dipakai di segala medan, dan mudah digulung. Selain untuk para pendaki sleeping bag berbahan nilon Ripstop ini juga bisa digunakan untuk camping di alam bebas.
Bisa juga mempertimbangkan Rock Empire Ontario untuk mereka yang sedang berada di suhu dan cuaca yang dingin. Kantong tidur ini cocok digunakan di daerah bersuhu 20 derajat Celcius hingga -15 derajat Celcius.
Perlengkapan lain yang biasanya harus dibawa para pendaki adalah sandal gunung. Salah satu merek terkenalnya adalah La Sportiva Eddy. Selain untuk pendakian, sandal ini juga nyaman digunakan untuk kegiatan di sungai.

Persiapan Pendakian
Bagi para petualang, mendaki gunung adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, dengan melakukan kegiatan ini, maka seseorang bisa menyaksikan keindahan alam yang luar biasa di puncak gunung. Belum lagi dengan pemandangan yang bisa ditemui di sepanjang jalur pendakian.
Namun mendaki gunung tetap memerlukan persiapan khusus, baik teknis maupun fisik. Sebab jika tidak, maka bisa jadi mendaki gunung akan menjadi kegiatan yang sangat tidak menyenangkan.Bahkan lebih dari itu, tanpa persiapan khusus, seorang pendaki bisa mengalami celaka.
Beberapa persiapan sebelum mendaki gunung adalah :
1. Lakukan latihan fisik secara teratur dan benar. Misalnya adalah jogging yang dilakukan selama 30 menit, dua kali seminggu. Latihan ini bertujuan untuk melatih daya tahan jantung dan paru-paru.
Jogging juga berfungsi untuk melatih otot kaki. Hal ini penting dilakukan karena selama mendaki gunung, otot kaki sering mengalami kontraksi.
2. Kemampuan membaca peta dan kompas juga perlu dilatih. Ini untuk menghindari tersesat di gunung. Sebab seringkali para pendaki tersesat di gunung karena tidak mampu membaca medan.
3. Perlengkapan teknis perlu dipersiapkan dan jangan sampai tertinggal. Sebab dengan perlengkapan yang cukup, maka kegiatan mendaki akan berjalan dengan lancar. Sebaliknya dengan perbekalan yang seadanya, maka sangat dimungkinkan banyak kendala yang akan ditemui saat pendakian.
Beberapa perlengkapan atau bekal yang harus dibawa saat mendaki gunung adalah :
* Carriel atau tas besar untuk menampung seluruh perbekalan dan peralatan yang dibutuhkan
* Matras. Fungsinya adalah untuk alas duduk saat beristirahat sejenak.Matras juga bisa digunakan untuk pelapis di dalam carriel agar terlihat lebih rapi.
* Jas hujan. Alat ini sangat diperlukan terutama untuk mengantisipasi jika turun hujan saat pendakian. Sebab seringkali cuaca di gunung kurang bersahabat dan turun hujan yang cukup lebat.
* Tenda.Alat ini digunakan ketika para pendaki hendak beristirahat dalam waktu yang cukup lama. Tenda juga bisa melindungi para pendaki saat terjadi hujan atau angin kencang.
* Kantung tidur atau Sleeping bag.Alat ini berfungsi untuk menyelimuti saat tidur di gunung.Selain itu juga bisa digunakan sebagai alas tidur.
* Alat penerangan, seperti senter, lilin, batere cadangan, lampu badai. Dengan adanya alat penerangan yang memadai, maka kegiatan mendaki di malam hari bisa berjalan dengan lancar.
* Topi, sarung tangan, kaos kaki tebal, sepatu khusus. Sepatu khusus ini diperlukan karena medan di pegunungan beda dengan medan di daerah yang datar sehingga memerlukan sepatu yang khusus.
* Pakaian hangat seperti jaket, kaus lengan panjang dan celana panjang kasual dengan bahan yang kuat dan nyaman pakai.
* Alat-alat P3K, suplemen makanan, makanan instan/kalengan, dan minuman mineral. Ketersediaan makanan yang cukup akan mampu memberikan energi yang cukup pula saat mendaki.
* Golok tebas, pisau lipat, dan teropong. Yang tidak kalah pentingnya adalah alat perekam (kamera atau handycam) untuk mendokumentasikan kegiatan selama pendakian.

PeCinTa ALam BuKaN tARzAN

Pencinta Alam bukan Tarzan
Pelabuhan adalah tempat teraman bagi perahu. Akan tetapi, perahu dibuat untuk berlayar, baru kemudian berlabuh.
DALAM hitungan hari, tiga calon anggota perhimpunan pencinta alam meninggal dunia. Diduga, mereka meninggal akibat keikutsertaannya dalam program pendidikan dasar yang diselenggarakan perhimpunan pencinta alam. Benarkah demikian? Belum ada yang berani berkomentar, bahkan kepolisian pun masih menyelidikinya. Namun, tiga kasus serupa yang terjadi pada perhimpunan pencinta alam di tiga perguruan tinggi itu bisa mengindikasikan "sesuatu".
Bagaimanapun, kejadian-kejadian seperti itu tidak hanya merugikan pihak korban, tetapi juga kelangsungan hidup kegiatan/olah raga di alam bebas. Tidak mustahil orang-orang akan takut untuk mengikuti kegiatan di alam bebas. Bila itu terjadi, imbasnya juga akan menerpa pada kehidupan masyarakat dan lingkungan.
"Bayangkan bila orang-orang sudah tak mau lagi melakukan kegiatan di alam bebas, kemudian tidak peduli lagi dengan alam dan lingkungan, apa yang akan terjadi?" kata dua tokoh senior Perhimpunan Pendaki Gunung dan Penempuh Rimba Wanadri, Ir. Iwan Abdurachman (Singawalang/1964) dan Prasidi Widyasarjana (Tapak Rimba/1971). Kedua tokoh yang ditemui di sekretariat Wanadri Jln. Aceh 155 Bandung, Rabu (3/3) malam, memang mengkhawatirkan adanya trauma pada masyarakat untuk mengikuti kegiatan di alam bebas.
"Tanpa mengurangi rasa prihatin dan belasungkawa kami kepada keluarga korban, kejadian-kejadian seperti itu tidak seharusnya membuat orang menjadi takut. Saya contohkan, ketika pesawat ulang-alik AS meledak di udara yang disaksikan langsung keluarga awak pesawat, AS dan rakyatnya tidak langsung jera. Hari ini meledak, besoknya mereka membuat lagi pesawat ulang-alik," kata Iwan Abdurachman yang akrab dengan panggilan Abah Iwan atau Abah Ompong.
Namun, katanya menambahkan, semangat untuk melanjutkan petualangan ke luar angkasa itu diikuti dengan pembelajaran dan penelitian, sehingga kasus yang sama tidak akan terulang lagi. Demikian pula pada kejadian-kejadian meninggalnya para calon anggota perhimpunan pencinta alam, jangan membuat gairah berkegiatan di alam bebas itu berkurang, apalagi sampai padam. Justru, kejadian-kejadian tersebut harus membuat para penggemar kegiatan di alam bebas lebih hati-hati, tidak ceroboh. "Kegiatan di alam bebas itu berisiko. Nah, tinggal bagaimana kita mengeliminasi risiko itu," kata Prasidi yang biasa dipanggil Mas Pras.
Lalu, bagaimana caranya mengeliminasi risiko itu? "Pencinta alam itu bukan Tarzan, yang berada di leuweung tanpa bekal dan perlengkapan. Oleh karena itu, pencinta alam harus dibekali ilmu dan keterampilan untuk hidup di alam bebas," jelas Abah Iwan. Pembekalan ilmu dan keterampilan itulah yang biasa disebut dengan pendidikan dasar.
Kekerasan?
Selama ini, muncul citra pada masyarakat bahwa dalam pendidikan dasar pencinta alam sering terjadi kekerasan fisik, kalau tidak bisa disebutkan sebagai penganiayaan. Apakah citra itu sesuai dengan kenyataan? Apakah kekerasan fisik itu yang menyebabkan kematian peserta? Abah Iwan, Mas Pras, serta anggota Wanadri yang hadir di sekretariat saat itu langsung membantahnya. "Dalam tata tertib Wanadri, menempeleng (menampar - red.) pun dilarang bila tidak dalam kondisi yang mengharuskannya. Bahkan, orang yang berhak menempeleng pun tidak sembarangan," kata Bah Iwan.
Mas Pras menambahkan, dalam pendidikan dasar di Wanadri penamparan dilakukan hanya untuk menyadarkan siswa atau peserta pendidikan yang pingsan atau mengalami kepanikan. "Kegiatan di alam bebas itu keras, jangan ditambah lagi oleh kekerasan fisik. Kami berpegang pada pesan salah seorang pelindung kami, Pak Sarwo Edhie, yang menjelaskan bahwa pendidikan itu dimaksudkan untuk membangun human skill. Kekerasan bisa jadi bukannya membangun, melainkan menjatuhkan human skill peserta. Kalau sudah down, pendidikan akan percuma karena tidak menghasilkan anggota yang sesuai dengan harapan," kata Mas Pras menjelaskan.
Sebenarnya, keras dalam pendidikan dasar bukan yang berkaitan dengan kontak fisik dan sebagainya, yang bisa saja menjurus pada tindak pidana. Keras dalam pendidikan dasar adalah prosedur dan program. Hal itu disesuaikan dengan sifat kegiatan alam bebas yang memang keras.
Empat anggota Wanadri lainnya; M. Heru N. (Kabut Lembah/1999), Galih Donikara (Topan Rawa/1989), Agus Nugraha (Elang Rimba/1983), dan Dedi Chiko (Tapak Lembah/1993) menjelaskan bagaimana kerasnya Wanadri menjalankan prosedur dan program pendidikan dasar. Setidaknya, tiga tahap khusus dilaksanakan Wanadri sebelum melakukan pendidikan dasar di lapangan.
Tahap pertama adalah tes yang dimaksudkan untuk menjaring calon peserta. Tes yang dilakukan adalah tes kesehatan (general check up) bekerja sama dengan Kesdam, psikotes (Psikoad), physical fitness (kebugaran fisik), dan tes renang. "Rekomendasi dari tim penguji itu mutlak. Bila mereka mengatakan tidak, kami tidak akan menyertakan calon peserta itu," kata mereka.
Tahap kedua adalah masa prakondisi. Pada tahap kedua, para calon peserta yang sudah lolos tes mendapat pelatihan fisik selama dua bulan. "Walaupun sudah menjalani tes, kami memberi latihan fisik agar kondisi mereka bisa fit saat benar-benar menjalani pendidikan di lapangan. Soalnya, kondisi sosial kita kan sudah terlalu enak dan bisa membuat kita manja. Kendaraan sudah banyak, sehingga orang jarang berjalan kaki. Bila tidak dibiasakan dengan latihan, bisa-bisa saat di lapangan kondisi fisik mereka menurun," kata Mas Pras menjelaskan.
Tahap ketiga adalah program pemberian teori dan teknik hidup di alam bebas. "Setelah semua tahap itu dilampaui, barulah pendidikan di lapangan dilaksanakan. Program di lapangan pun dilakukan secara gradual (bertahap) sesuai dengan target yang ingin kita capai," kata Mas Pras.
Program pendidikan di lapangan disusun sedemikian rupa, misalnya dari kegiatan yang masih melibatkan kelompok hingga yang menekankan kemandirian. Misalnya, dari tidur berkelompok di barak, kemudian ke bivak (tenda) kelompok, hingga solo bivak. Pelatihan dilakukan dengan tingkat-tingkat bahaya tertentu, seperti objective danger, subjective danger, appearance danger, hingga real danger. "Pokoknya, peserta tidak langsung dihadapkan pada kondisi yang benar-benar bahaya," kata Mas Pras lagi.
Nah, paparan-paparan dari anggota Wanadri itu mudah-mudahan menjelaskan bahwa kegiatan di alam bebas memang tidak mudah. Namun, itu tidak berarti bahwa kegiatan di alam bebas mustahil dilaksanakan. Bukankah puncak Everest pun sudah dicapai manusia sejak 50 tahun lalu? Namun, satu hal yang pasti -- seperti yang dikatakan Bah Iwan -- pencinta alam bukanlah Tarzan! (Tendy K. Somantri/"PR")

Ceritaku

Tulisan ini hanya menceritakan sebuah perjalanan..perjalanan yang sampai saat ini aku masih merindukannya,dan aku masih menginginkannya.....

>>keep Smiling<<

INTRODUCTION

HANYA SEKEDAR BERBAGI...DAN HANYA SEKEDAR INGIN TAHU....GA LEBIH..GA KURANG...JUST SIMPLE

>>X + Y = 0...apaan yah maksudnya...@^$^$^$&$&@..hahaha..ga ngerti<<<

Sabtu, 06 Maret 2010

ADA YANG KETINGGALAN

Pagi yang cerah...gw terbangun dipagi ini dengan agak tidak bersemangat dikarenakan malam tadi gw menghabiskan waktu bersama teman2....dan baru beranjak pulang pada pukul 02.00.. melintas dgn keadaan yg sepi bgt jalanannya..**ya iya lah orang tengah malem pada tidur semua kalee...haha** dan gw baru tertidur pada pukul 03.30 wib...
Gw hari ini mang berniat istirahat aja dirumah,bangun siang...beres2..dengerin lagu keras2..sorenya baru keluar rumah...ehh dasar dah kebiasaan bangun pagi....nggak bisa dehh bangun siang tetep aja bangun subuhh..tidur lagi..jam 07.00 bangun lagi..**padahal lagi nanggung nih ngimpinya..ampe ngeces ngeces lagi..hahaha**... ternyata pas aq terbangun.....aku inget sesuatu tertinggal dikantor....langsung aja ku beranjak dr tempat tidur....mandi...sarapan terus berangkat ke kantor..***kalo ga penting sih gw ogah kekantor..haha**....tp ga lupa aq hampir tiap pagi kirim pesan pada seseorang..biar orang itu semangat dan ngerti dehh kenapa gw kaya gitu..hehehe..**sssttt...yang merasa diem aja yahhh****....walaupun kadang2 ga dibales atau balesannya singkat saja..atau...melenceng dr bahasan..haha..tapi
ketika ku sampai kantor **bukan kantor gw sihh sebenernya...hehe**...seperti biasa..hari sabtu ..keadaan sepi,mencekamm ...gelapp..**loh kok kaya film horor ya...jgn sampe ahh ngeliat yg macem2...hehe**...aku langsung ke ruanganku yg kata orang sih mirip kulkass...**ya iya lah kaya kulkas..orang AC nya aja ada 4..ruangannya kecil...**..jadi klo keruangan ini harus kudu pake jaket..klo ga tar kena hipothermia...hahaha..www.lebay.com...
sesampai nya diruangan ini..ternyata yang ketinggalan itu masih ada..alhamdulillah ku mengucap dalam hati...langsung gw ambil dan mengambil posisi seperti biasa...dengan jaket masih dibadan....gw nyalain komputer..gw buka internet dehh...melihat status se2orang...yg kadang bikin gw semangat..kadang2 suka bertanya2 sama status nya dia...trus setelah itu melanjutkan pekerjaan yg kemaren sempet ga selesai....
setelah browsing browsing..widdiihh kenceng banget...terlintas lah untuk mendownload...hahahah.....kenceng bangett koneksinya...**orang soalnya cuma gw sendiri yang ngakses..dodol juga yah gw..hahaha***..... 
udah puas dengan browsing2 saatnya gw pulang aahhh.....rencananya hari ini mo kglodok dlu ahh...ada perlu sama orang.......hehehe.....

>>ngetess <<




Jumat, 05 Maret 2010

PENASARAN


  setengah hari asyik ngutak ngatik blog..cuma ada yang bingung ada yang ga bisa..ada yang error..hahaha...namanya juga lagi mencoba hal baru..klo ga dicoba dan belajar mana pernah kita tau rasanya dan bisa merasakan hasilnya..:)....berhubung udah puyeng terus mata dah sepet didepan komputer terus...saatnya gw pulang..siapa tau gw dapet ilham nanti...hehehe...tapi gw ga langsung pulang ahhh.ke my second home dulu ah...biasa ketawa ketawa...hahahaha.....terima kasih ya allah.aq masih diberi kenikmatan hingga hari ini.....

Kamis, 07 Januari 2010

lemah lembut

Dari Jarir bin Abdullah r.a.: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang tidak dikaruniai sifat lemah-lembut, maka ia tidak dikarunia segala macam kebaikan." (HR. Muslim)